(Vibiznews – Index) Bursa saham Eropa bervariasi pada hari Senin (31/05), karena investor mencerna data inflasi dari beberapa negara di kawasan itu pada hari yang tenang karena liburan di Inggris dan AS.
Indeks DAX Jerman diperdagangkan 0,24% lebih rendah pada 15.481 sekitar pukul 11:45 waktu setempat, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada minggu sebelumnya. CAC Prancis sebagian besar datar, diperdagangkan pada 6.488 pada waktu yang sama di Paris. Hari ini adalah hari libur bank di Inggris dengan FTSE 100 ditutup.
Kenyataannya adalah peluncuran vaksinasi Prancis berjalan dengan baik, kata ekonom.
Indeks Jerman dibebani oleh Deutsche Bank, yang harga sahamnya diperdagangkan di wilayah negatif, turun hampir 2% setelah laporan bahwa Federal Reserve AS mengatakan pihaknya prihatin dengan praktik anti pencucian uang pemberi pinjaman Jerman.
Juga pada hari Senin, data inflasi diterbitkan untuk negara-negara termasuk Spanyol, yang mengalami pembacaan inflasi tertinggi dalam empat tahun. Harga konsumen naik 2,4% di bulan Mei tahun-ke-tahun menurut data flash dari National Statistics Institute negara itu.
Sementara itu, Prancis pada hari Senin memulai vaksinasi Covid-19 untuk semua orang yang berusia di atas 18 tahun.
Meskipun memulai hari sebagian besar di hijau, pasar Eropa kurang arah di tengah hari di tengah kemunduran di beberapa pasar Asia karena China melaporkan perlambatan pertumbuhan manufaktur karena harga komoditas yang lebih tinggi.
Sementara itu, pasar AS ditutup untuk akhir pekan Memorial Day.
Prospek Ekonomi terbaru OECD, yang diterbitkan Senin, membawa kabar baik untuk kawasan euro. Laporannya yang berjudul “No Ordinary Recovery,” mengatakan prospek ekonomi global cerah, tetapi dengan cara yang sangat tidak merata. Untuk prospek global secara keseluruhan, organisasi tersebut melihat pertumbuhan 5,8% dalam produk domestik bruto (PDB) pada 2021, dibandingkan dengan kontraksi 3,5% pada 2020. Organisasi tersebut memperkirakan pertumbuhan 6,3% untuk kelompok negara maju G20, dan 4,3% untuk kawasan Euro.
Namun OECD menambahkan, bahwa meskipun tanda-tanda menggembirakan dalam kesehatan dan pemulihan ekonomi, masih ada beberapa hambatan yang signifikan, yaitu tidak cukup vaksin untuk negara berkembang.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa bergerak mixed dengan kehati-hatian mencermati data inflasi negara-negara di Eropa. Bursa Eropa juga masih mencari sentimen yang kuat yang dapat menggerakan bursa. Libur pasar Inggris dan AS juga memberikan pengaruh sedikit dimana pasar menjadi tenang dan datar.
Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



