(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (2/6/2021) sedang lanjut bergerak lemah mendekati posisi support kuatnya. Pair mendapat kekuatan dari penguatan dolar AS dan laporan kerugian bisnis pasca Brexit.
Laporan dari dari Universitas Aston di Birmingham bahwa Brexit menyebabkan kerugian £ 110 miliar kepada eksportir layanan Inggris. Selain itu diberitakan pada hari Selasa telah dilakukan peluncuran otoritas perdagangan independen Inggris pasca-Brexit, memberikan risiko bagi UE karena badan perdagangan sekarang dapat mengenakan sanksi pada blok tersebut jika diperlukan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang menguat di pasar uang Eropa melanjutkan penguatan sesi sebelumnya. Dolar AS naik mendekati possisi tertinggi 2 pekan merespon kenaikan posisi yield obligasi AS 10-tahun ke 1,60%.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD terkoreksi, dan kini pair berada di posisi 1.4135 yang sedang meluncur ke posisi support kuatnya di 1.4110 – 1.4075. Namun jika pair menguat, pair akan mendaki kembali ke posisi 1.4164 sebelum capai resisten terakhir di 1.4215 – 1.4260.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



