(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang mengakhiri perdagangan pekan ini dengan melemah pada hari Jumat (4/6/2021), setelah 2 sesi berturut cetak gain. Demikian secara mingguan posisi Nikkei terkoreksi moderat dari penguatan signifikan pekan sebelumnya. Indeks Nikkei tergerus dari posisi tertinggi sepekan dan indeks Topix sebaliknya lanjut rally untuk 4 sessi berturut.
Sentimen investor tertekan setelah data resmi menunjukkan pengeluaran rumah tangga di Jepang melonjak 13% secara riil yoy di bulan April, kenaikan tertajam sejak data tersedia pada Januari 2001.
Selain itu pemerintah Jepang dilaporkan sedang mempersiapkan untuk mempresentasikan planning fiskal untuk disetujui oleh kabinet pada 9 Juni. Kemudian Dewan Eropa secara resmi menambahkan Jepang ke dalam apa yang disebut daftar putih blok itu, yang memungkinkan perjalanan yang tidak penting dari luar UE.

Indeks harian Nikkei ditutup 116,59 poin atau 0,4% lebih rendah menjadi 28941,52. Namun untuk indeks Topix ditutup 0,03% lebih tinggi pada 1.959,19, kenaikan hari keempat berturut-turut. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2021 bergerak negatif dengan turun 140 poin atau 0,48% ke posisi 28930.
Saham pembuat robot industri alami pelemahan yang cukup besar, dengan saham Fanuc anjlok 2,2% dan saham Yaskawa Electric turun 0,8%. Kemudian saham operator layanan dukungan medis M3 anjlok 5,0% sementara pembuat sepeda Shimano turun 2,5%.
Pergerakan sebaliknya terjadi pada saham Nippon Steel yang laporkan peningkatan perkiraan labanya sendiri untuk tahun ini hingga 31 Maret 2022, karena ekspor dan bisnis luar negerinya mendapat manfaat dari permintaan yang kuat dan harga baja yang kuat.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


