(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (7/6/2021) sedang melaju di posisi resisten setelah tertekan mendekati support kuat pada sesi Asia. Pair mendapat kekuatan ditengah kekhawatiran bahwa pembukaan kembali ekonomi Inggris yang dijadwalkan pada 21 Juni dapat ditunda karena lonjakan kasus varian COVID yang dikenal sebagai varian Delta.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pelonggaran pembatasan dapat berjalan sesuai rencana. Kemudian terkait dengan Inggris-Uni Eropa yang memburuk atas protokol Irlandia Utara membayangi laju poundsterling. Menjelang pembicaraan Brexit akhir pekan ini, duta besar Uni Eropa untuk Inggris mengatakan bahwa tingkat kepercayaan antara kedua kekuatan itu rendah.
Dari laporan ekonomi terbaru, indeks harga rumah terbaru pemberi pinjaman hipotek Halifax mengkonfirmasi pasar perumahan Inggris tetap kuat di bulan Mei, didukung oleh liburan bea materai pemerintah.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang menanjak terbatas di pasar uang Eropa setelah melemah pada sesi akhir pekan lalu; masih bergerak sempit menantikan data inflasi konsumen di Amerika.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD menguat, dan kini pair berada di posisi 1.4165 yang sedang mendaki ke posisi 1.4192 sebelum capai resisten kuat di 1.4215 – 1.4250. Namun jika pair tertekan kembali, akan meluncur ke posisi 1.4111 dan jika tembus lanjut ke support kuatnya di 1.4096 – 1.4065.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



