(Vibiznews – Indeks) – Pelemahan harga saham oleh profit taking masih terus berlangsung di bursa saham Korea Selatan pada perdagangan hari Rabu (9/6/2021) setelah sebelumnya terkoreksi dari rekor tertinggi sepanjang. Indeks Kospi terendah sepekan tertekan oleh revisi proyeksi PDB Korsel oleh bank sentral Korsel (BoK).
Bank of Korea melaporkan proyeksi bahwa ekonomi Korea Selatan akan tumbuh 1,7% pada kuartal pertama dari tiga bulan sebelumnya, 0,1% lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, karena pemulihan ekspor dan investasi fasilitas yang kuat.
Kemudian data indeks harga produsen China pada bulan Mei melampaui konsensus di tengah kenaikan harga komoditas, menambah tekanan harga global, meskipun harga konsumen tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan. Sebagian besar saham kapitalisasi besar anjlok di Seoul, dipimpin oleh kerugian saham sektor bio, baja, dan saham teknologi.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup 27,79 poin atau 0,86% menjadi 3220,04. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka turun 4,72 poin atau 1,09% ke posisi 428.16, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 432.53 dan sempat turun ke posisi terendah di 428.16.
Saham-saham kapital besar yang melemah seperti saham Samsung Electronics turun 0,98 persen, saham SK hynix turun 3,92 persen, saham Naver turun 1,1 persen , saham Samsung Biologics turun 2,46 persen dan saham Hyundai Motor turun 1,64 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



