(Vibiznews – Indeks) – Tekanan profit taking pada perdagangan bursa saham Jepang masih berlanjut pada hari Rabu (9/6/2021), sehingga indeks utamanya ditutup pada posisi terendah sepekan. Indeks Nikkei lanjutkan pelemahan sesi sebelumnya oleh anjloknya saham-saham semikonduktor dan transportasi.
Sentimen pasar masih berkutat pada kekhawatiran investor menunggu data inflasi AS karena dapat mempengaruhi seberapa cepat Federal Reserve mengurangi program stimulusnya.
Saham farmasi melonjak setelah regulator obat AS pada hari Senin menyetujui obat yang dikembangkan bersama oleh Eisai dan Biogen Inc sebagai pengobatan pertama untuk menyerang kemungkinan penyebab penyakit Alzheimer. Diantaranya saham Eisai Co melonjak 19,4%, juga saham Daiichi Sankyo dan Astellas Pharma masing-masing naik 4,9% dan 1,8%.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 102,76 poin atau 0,35% menjadi 28860,8. Namun untuk indeks Topix turun 0,28% pada 1.957,14. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2021 bergerak negatif dengan turun 220 poin atau 0,76% ke posisi 28840.
Saham sektor keuangan dan asuransi menurun setelah penurunan dalam yield Treasury AS jangka panjang yang mengurangi prospek pengembalian portofolio mereka. Subsektor transportasi laut Topix mengalami penurunan terbesar, turun 3,33%, setelah sebelumnya melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Saham Kawasaki Kisen memimpin penurunan di Nikkei dengan penurunan 4,54%, sementara Mitsui OSK Lines kehilangan 3,59%. Kemudian dari saham semikonduktor, saham Lasertec turun 3,86%, turun untuk hari ketiga setelah naik ke rekor puncak.
Sektor perusahaan farmasi masih kuat dan naik 1,18%, saham Eisai Co melonjak 16,26% untuk hari kedua berturut-turut setelah obat Alzheimer menerima persetujuan dari regulator obat AS pada hari Senin.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



