(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong ditutup nyaris flat pada perdagangan hari Kamis (10/6/2021), dengan posisi indeks Hang Seng masih di posisi terendah 2 pekan. Indeks Hang Seng telah melemah selama 7 sesi berturut dan sentimen hari ini dibebani oleh karena investor menunggu data inflasi AS untuk tanda-tanda Federal Reserve dapat mulai mengurangi stimulus besar-besaran.
Gubernur bank sentral China mengatakan inflasi pada dasarnya terkendali, dan kebijakan moneter akan tetap stabil merespon data indeks PPI Cina yang menunjukkan kenaikan tercepat di tingkat pabrik dalam 12 tahun yang menimbulkan kekhawatiran pasar. Selain itu perhatian investor masih dipengaruhi ketegangan AS-China.
Pejabat tinggi perdagangan AS dan Cina berbicara melalui telepon dan setuju untuk mempromosikan perdagangan yang sehat dan bekerja sama atas perbedaan ungkap kantor Kementerian Perdagangan Cina.
Indeks harian Hang Seng ditutup turun 3,75 poin atau 0,01% lebih rendah menjadi 28.738,88. Namun untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,17% menjadi 10.729,52. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan April 2021 bergerak negatif dengan turun 102 poin atau 0,32% ke posisi 28608.
Secara sektoral posisi Hang Seng dibebani oleh anjloknya sektor keuangan dan material yang turun 0,70% dan 0,89% masing-masing. Untuk penguat sektor yaitu sektor industri dan healthcare dengan saham yang memimpin penguatan adalah saham BYD Co Ltd, yang naik 6,36%, sedangkan pelemah terbesar adalah saham Haidilao International Holding Ltd, yang turun 2,82%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



