(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Amerika hari Kamis (17/6/2021) bergerak kuat menembus semua kisaran resisten hariannya oleh pergerakan dolar AS ke posisi tertinggi 6 pekan terhadap semua rival utamanya. Yen Jepang anjlok ke posisi terendah 10 pekan setelah Federal Reserve memberikan proyeksi kenaikan inflasi dan suku bunganya.
Hasil pertemuan FOMC selama 2 hari memutuskan The Fed tidak mengubah kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 0-0,25% pada bulan Juni tetapi mengisyaratkan proyeksi dua kenaikan pada akhir tahun 2023. The Fed juga akan terus membeli obligasi pada tingkat $120 miliar per bulan.
The Fed memperkirakan PDB terlihat tumbuh lebih cepat 7% dan inflasi PCE kemungkinan akan mencapai 3,4% pada tahun 2021 tetapi tekanan harga diperkirakan akan melambat menjadi 2,1% pada tahun 2022.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang melaju kuat di pasar uang Amerika setelah menguat tipis pada sesi global sebelumnya; terangkat oleh keputusan The Fed dan rebound kuat yield obligasi AS tenor 10-tahun dari posisi terendah 3 bulan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY akan menguat, dan kini pair berada di posisi 110.46 yang sedang mendaki ke posisi resisten selanjutnya di 110.55 – 110.84. Namun akan terkoreksi pada sesi selanjutnya dan dapat turun kembali ke support kuat di 109.80 – 109.54.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



