(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat pagi ini (18/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah di hari kelimanya, sementara dollar AS di pasar Asia terkoreksi tipis setelah menguat signifikan 2 hari di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini turun 0,15% atau 22 poin ke level Rp 14.377 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.355. Rupiah terpantau berada di sekitar 3 minggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.375 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.392, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.377. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi tipis setelah menguat signifikan 2 hari di sesi global sebelumnya; di sekitar 2 bulan tertingginya setelah pernyataan hawkish dari the Fed yang memproyeksikan dimulainya kenaikan bunga pada tahun 2023 sebanyak dua kali.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun tipis ke level 91,86, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 91,90.
Sementara itu, IHSG Jumat di awal sesi pertama melemah terbatas 4,550 poin (0,07%) ke level 6.063,897, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya variatif menjelang rilis kebijakan moneter Bank of Japan dan Wall Street berakhir mixed.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia agak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.183 – Rp14.405.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting
Editor: Asido



