(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (21/6/2021) bergerak bullish setelah dibuka pada posisi terendah 2 bulan oleh kekuatan dolar AS. Poundsterling rebound oleh profit taking yang dialami dolar AS merespon anjloknya posisi yield obligasi AS ke terendah 3 bulan.
Sentimen investor melemah pada sesi Asia oleh kebangkitan jumlah kasus virus corona di Inggris, ketegangan pasca-Brexit yang sedang berlangsung atas protokol Irlandia Utara dan penundaan rencana pelonggaran penguncian Inggris. Sementara itu, pemerintah Inggris mengisyaratkan akan mempertahankan pembatasan perjalanan ke luar negeri untuk saat ini, dengan Menteri Kehakiman Robert Buckland mengatakan bahwa liburan normal tidak akan pernah terjadi tahun ini.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang terkoreksi di pasar Eropa setelah menguat signifikan 3 hari; di bawah level 9 minggu tertingginya oleh profit taking setelah sentimen the Fed akan menaikkan suku bunga dan mengurangi pembelian obligasi yang lebih cepat dari prediksi pasar.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD menguat, dan kini pair berada di posisi 1.3860 yang sedang mendaki ke posisi resisten kuat di 1.3897 – 1.3930. Namun jika pair melemah, akan meluncur kembali ke posisi awal sesi di 1.3786 sebelum turun ke support kuatnya di 1.3744 – 1.3700.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



