(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham di bursa saham Wall Street – Amerika Serikat alami penguatan pada sesi awal pekan yang berakhir Selasa dinihari WIB (22/6/2021), setelah akhir pekan lalu anjlok cukup dalam. Dow Jones rebound dan melonjak dari posisi pelemahan 5 sesi berturut di posisi terendah 2 bulan.
Indeks Dow Jones melonjak 586,89 poin atau 1,8 persen menjadi 33.876,97, indeks Nasdaq naik 111,10 poin atau 0,8 persen menjadi 14.141,48 dan indeks S&P 500 melonjak 58,34 poin atau 1,4 persen menjadi 4.224,79. Rebound saham di bursa Wall Street ini terjadi oleh aksi bargain hunting pasar setelah pekan lalu cetak pelemahan mingguan secara signifikan.
Dow Jones pekan lalu cetak pelemahan mingguan hingga anjlok 3,4%, yang merupakan minggu terburuk selama bulan atau sejak bulan Oktober 2020. Indeks Nasdaq dan S&P500 naik mendekati posisi rekor tertinggi mereka.
Aksi jual besar-besaran pekan lalu terjadi di tengah kekhawatiran tentang prospek kebijakan moneter setelah proyeksi terbaru Federal Reserve memproyeksikan dua kenaikan suku bunga pada 2023. Kemudian Presiden Fed St. Louis Jim Bullard mengatakan bahwa kenaikan suku bunga pertama oleh The Fed bisa terjadi segera tahun depan.

Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh saham energi yang bergerak naik tajam seiring dengan lonjakan harga minyak mentah. Philadelphia Oil Service Index melonjak 5,5 persen, NYSE Arca Oil Index melonjak 4,6 persen dan NYSE Arca Natural Gas Index melonjak 3,5 persen.
Kemudian disusul oleh saham-saham perbankan dengan Indeks Bank KBW melonjak 2,9 persen dari penutupan terendah dua bulan. Saham baja juga cetak kekuatan yang signifikan dengan NYSE Arca Steel Index melonjak 2,6 persen setelah mengakhiri sesi sebelumnya pada level penutupan terendah dalam dua bulan.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



