(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Senin (28/6/2021) kembali melemah melanjutkan tekanan selama 2 sesi berturut sebelumnya di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko. Posisi dolar AS sedang melemah terhadap yen Jepang oleh kuatnya perdagangan aset risiko meskipun yield obligasi naik ke posisi tertinggi 2 pekan.
Yen Jepang mendapat kekuatan dari pelemahan dolar AS di tengah fundamental yang dapat menekannya kembali ke posisi terendah dalam setahun terakhir. Di pihak Jepang, situasi Covid19 tetap menjadi perhatian. Tingkat vaksinasi yang sangat lambat telah membuat negara itu menghadapi kemungkinan kebangkitan virus dengan varian Delta menyebar dengan cepat. Selain itu, diskusi lanjutan tentang Olimpiade telah menciptakan lebih banyak ketidakpastian dengan pendapat yang bertentangan tentang berapa banyak pengunjung yang diizinkan masuk ke negara itu.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya masih bergerak konsolidasi di pasar uang Asia melanjutkan penutupan yang flat di sesi global sebelumnya. Minat kepada dolar AS menurun oleh sikap dovish The pekan lalu sehingga mencetak pelemahan mingguan pertama setelah 5 pekan menguat. Dolar juga dibebani oleh raly perdagangan aset risiko pasca pembicaraan stimulus infrastruktur AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak kuat, pair yang berada di posisi 110.75 bergerak naik menuju posisi R1 dan juga R2. Namun jika berbalik arah, pair akan turun menuju 110.63 sebelum meluncur ke posisi S1 dan S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 111.51 | 111.25 | 111.01 | 110.74 | 110.52 | 110.24 | 110.00 |
| Buy Avg | 110.95 | Sell Avg | 110.52 |



