(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia hari Jumat (2/7/2021) bergerak lemah masuki 5 sesi berturut di posisi terendah 7 bulan dan kini sedang mendekati posisi support kuat hariannya. Aussie tertekan oleh kuatnya dolar AS merespon rilis data klaim pengangguran dan kembali anjloknya harga tembaga setelah data manufaktur Cina menurun.
Sentimen untuk Aussie tetap lemah meskipun sebelumnya rilis data surplus perdagangan meningkat, karena investor bersiap untuk perkembangan penguncian lebih lanjut di tengah meningkatnya virus corona domestik. Otoritas kesehatan Australia telah menetapkan lockdown di Sydney, Darwin dan Perth dan Brisbane selama seminggu terakhir karena wabah varian Delta yang sangat menular terus meningkat.
Data ekonomi terakhir, surplus perdagangan Australia meningkat ke rekor tertinggi AUD9,68 miliar pada Mei 2021, karena data ekspor melonjak 6% ke level tertinggi 20 bulan, sementara impor naik 3% lebih rendah.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di pasar uang Asia melanjutkan penguatan sesi global sebelumnya. Dolar AS tembus posisi tertinggi sejak 5 April merespon data klaim pengangguran turun ke level terendah pandemi baru 364 ribu, dan data pertumbuhan pabrik AS tetap kuat. Selain itu posisi imbal hasil obligasi AS juga meningkat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD melemah, pair yang kini berada pada posisi 0.7460 berusaha naik ke posisi pivot sebelum lanjut mendaki ke R1 hingga R2. Namun jika tidak mampu tembus pivot, akan turun kembali ke posisi 0.7456 sebelum ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7545 | 0.7526 | 0.7498 | 0.7479 | 0.7450 | 0.7430 | 0.7402 |
| Buy Avg | 0.7485 | Sell Avg | 0.7450 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



