(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia hari Senin (5/7/2021) bergerak konsolidasi di area resisten setelah sesi akhir pekan lalu rebound kuat hingga memangkas kerugian selama sepekan. Pair mendapat tekanan dari perdagangan aset risiko yang mixed dan proyeksi kebijakan suku bunga RBA pada pertemuan hari Selasa.
Reserve Bank of Australia diperkirakan akan memutuskan untuk tidak menggulirkan target imbal hasil tiga tahun ke obligasi November 2024 dari April 2024 saat ini pada pertemuan hari Selasa, perpanjangan kebijakan ini memberikan petunjuk bahwa suku bunga tidak akan naik hingga 2025.
Sentimen positif yang memberi kekuatan pair di tengah liburnya perdagangan pasar Amerika adalah berita dimana Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan skema pembukaan kembali empat fase untuk Australia. Setiap fase akan membutuhkan tonggak vaksin baru untuk dicapai.
Kemudian dari sisi ekonomi masih terdapat momentum kenaikan beberapa indikator, pekan lalu dilaporkan surplus perdagangan Australia meningkat ke rekor tertinggi AUD9,68 miliar pada Mei 2021, karena data ekspor melonjak 6% ke level tertinggi 20 bulan, sementara impor naik 3% lebih rendah. Dan hari ini pasar menanti hasil data retail sales yang diperkirakan meningkat.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya berusaha kuat di pasar uang Asia setelah tertekan pada sesi global sebelumnya. Dolar AS masih berada di kisaran tertinggi sejak 5 April merespon lonjakan data NFP AS bulan Juni, namun dibayangi oleh anjloknya posisi yield obligasi ke posisi terendah 4 bulan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD menguat, pair yang kini berada pada posisi 0.7516 dapat naik ke posisi 0.7537 sebelum lanjut mendaki ke R1 hingga R2. Namun jika tidak mampu tembus titik tersebut, akan turun kembali ke posisi 0.7480 sebelum ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7645 | 0.7589 | 0.7557 | 0.7500 | 0.7468 | 0.7412 | 0.7380 |
| Buy Avg | 0.7437 | Sell Avg | 0.7468 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



