(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup turun 19,87 poin atau 0,6 persen pada 3.285,34. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka menguat 2,53 poin atau 0,84% ke posisi 436.97, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 439.29 dan sempat turun ke posisi terendah di 435.78.
Indeks Kospi retreat dari posisi rekornya di tengah meningkatnya kekhawatiran atas lonjakan kasus baru COVID-19. Otoritas kesehatan Korea Selatan atau KDCA melaporkan 1.212 kasus COVID-19 baru hari Rabu, jumlah infeksi harian tertinggi sejak Desember tahun lalu. Otoritas kesehatan tersebut memutuskan untuk memperpanjang pembatasan jarak saat ini di wilayah Seoul.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street berfluktuasi sebelum akhirnya ditutup kuat dengan S&P500 dan Nasdaq kembali memperpanjang posisi rekor tertingginya. Namun harga minyak mentah WTI terkoreksi ke level terendah 2 minggu di sekitar $72 per barel oleh kekhawatiran bahwa kebuntuan pertemuan OPEC kemarin dapat menyebabkan produsen membuka keran dan membanjiri pasar dengan minyak mentah.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 menguat, awal sesi dapat naik ke posisi 438.60 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2. Namun jika kemudian terkoreksi, indeks turun menuju posisi 436,50 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 442.42 | 440.85 | 438.91 | 437.34 | 435.40 | 433.82 | 431.89 |
| Buy Avg | 440.40 | Sell Avg | 435.90 |



