(Vibiznews – Economy) – Bursa saham Indonesia yang membukukan kinerja yang baik sekawasan Asia pekan lalu diperkirakan akan kembali mencetak gain lanjutan pada pekan ini, demikian dengan penguatan Rupiah. Hal ini dipengaruhi oleh sentimen investor yang positif terhadap perkembangan pandemi virus corona dan tindakan pemerintah mengatasi dampaknya terhadap perekonomian.
Penanganan pemerintah terhadap kenaikan kasus baru covid-19 terlihat semakin cepat dan baik hingga terlihat dari update angka akumulatif kasus yang telah dinyatakan sembuh total dari COVID-19 dari seluruh Indonesia. Berdasarkan laporan Satgas Penanganan COVID-19 jumlah kasus sembuh pada tanggal 11 Juli 2021 meningkat 82,49% dibandingkan hari sebelumnya sebesar 82,38%.
Persentase tersebut didapat jika dibandingkan dengan total kasus positif sekarang sejumlah 2.527.203. Jumlah pasien covid-19 yang telah sembuh total dilaporkan bertambah 32.615 orang dari 2.052.109 orang yang sembuh pada tanggal 10 Juli 2021, sehingga total yang dinyatakan sembuh menjadi sejumlah 2.084.724.
Rekor persentase kesembuhan diatas terjadi setelah pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan PPKM darurat demi menekan kenaikan kasus covid-19. Kebijakan PPKM darurat juga menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan dengan performa terbaik bursa saham dan juga kenaikan nilai mata uang rupiah.
Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.28%, atau 16.836 poin, ke level 6,039.844 pekan lalu dan mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu rebound terbatas dari 10 minggu terendahnya walau 3 hari terakhirnya terkoreksi, ditopang sebagiannya oleh aliran modal masuk ke pasar obligasi. Rupiah menguat 0.03% pekan lalu ke level Rp 14,527.
Rekor kesembuhan covid-19 yang menunjukkan buah kerja keras pemerintah Indonesia akan memberikan optimisme bagi investor dalam dan juga luar negeri, sehingga keuntungan di bursa saham dan juga kenaikan nilai mata uang rupiah akan terus berlanjut pekan ini.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



