(Vibiznews – Indeks) – Mengawali perdagangan saham pekan ini, bursa saham Amerika kembali melanjutkan pelemahannya pada sesi yang berakhir Selasa dinihari WIB (20/7/2021). Semua indeks utama ditutup dalam zona merah dengan anjlok cukup signifikan ke posisi terendah sebulan.
Indeks Dow Jones jatuh 725,81 poin atau 2,1 persen menjadi 33.962,04, indeks Nasdaq merosot 152,25 poin atau 1,1 persen menjadi 14.274,98 dan indeks S&P 500 jatuh 68,67 poin atau 1,6 persen menjadi 4.258,49. Aksi jual di bursa Wall Street dipicu oleh kekhawatiran tentang lonjakan kasus virus corona, varian delta berkontribusi pada lonjakan di AS.
Menurut data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), rata-rata 7 hari kasus Covid-19 di AS telah melonjak menjadi hampir 30.000 setelah turun ke level 11.455 sebulan yang lalu.
Sentimen juga dibebani oleh rilis data ekonomi yang dilaporkan National Association of Home Builders menunjukkan penurunan tak terduga dalam kepercayaan homebuilder AS di bulan Juli. Indeks Pasar Perumahan NAHB/Wells Fargo turun tipis menjadi 80 di bulan Juli dari 81 di bulan Juni, setelah sebelumnya diperkirakan naik tipis ke 82.

Kekhawatiran akan lonjakan kasus covid-19 di AS dan juga seluruh dunia menekan beberapa sektor, seperti saham maskapai penerbangan anjlok dengan NYSE Arca Airline Index turun 4,7 persen ke level penutupan terendah dalam lebih dari lima bulan. Pelemahan yang cukup besar juga terlihat di antara saham energi, Indeks Minyak Arca NYSE jatuh sebesar 4,2 persen, Indeks Layanan Minyak Philadelphia dan Indeks Gas Alam Arca NYSE masing-masing jatuh sebesar 3,6 persen dan 3,1 persen.
Saham perbankan juga mengalami pelemahan yang signifikan dengan KBW Bank Index anjlok 3,8 persen dan turun pada level penutupan yang lebih rendah dalam hampir empat bulan. Saham baja, pialang, kimia dan emas juga alami pelemahan yang cukup signifikan.



