(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Selasa (20/7/2021) bergerak bullish masuki area resisten hariannya di tengah lemahnya minat perdagangan aset risiko. Yen terkoreksi dari posisi tertinggi 7 pekan yang dicapai sesi sebelumnya setelah data inflasi Jepang menunjukkan kenaikan.
Indeks harga konsumen Jepang naik 0,2% yoy di Juni 2021, setelah turun 0,1% di bulan sebelumnya. Ini adalah inflasi harga konsumen pertama sejak Agustus 2020, karena konsumsi pulih setelah percepatan vaksinasi COVID-19.
Sentimen investor untuk yen diperberat oleh berita bahwa dukungan publik untuk kabinet Yoshihide Suga turun menjadi 35,9 dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Kyodo News, terendah sejak ia mengambil alih kekuasaan September lalu.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak koreksi di pasar uang Asia setelah rally 3 sesi global berturut sebelumnya. Sebelumnya dolar AS terangkat sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya kasus virus corona dan reboundnya posisi imbal hasil obligasi AS tenor 10tahun.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak kuat, pair yang berada di posisi 109.50 akan naik menuju 109.78 dan jika tembus lanjut ke posisi R1 dan juga R2. Namun jika berbalik arah, pair bergerak turun ke 109.20 sebelum ke S1 dan S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 111.03 | 110.56 | 110.00 | 109.53 | 108.97 | 108.50 | 107.94 |
| Buy Avg | 109.95 | Sell Avg | 109.00 |



