(Vibiznews-Forex) – Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD perdagangan forex sesi Eropa Jumat (23/7/2021) bergerak bullish yang maski area support hariannya, terkoreksi dari gain 2 sesi berturut sebelumnya. Posisi Aussie masih berada di kisaran terendah sejak November 2020 lalu oleh pergerakan kuat dolar AS dan anjloknya harga bijih besi yang menjadi komoditas unggulan.
Perdana Menteri Scott Morrison hari Kamis meminta maaf atas program vaksinasi COVID-19 yang lamban sementara Bendahara Josh Frydenberg mengatakan penguncian terbaru dapat menelan biaya sekitar A$300 juta per hari. Dalam data terakhir, perkiraan awal menunjukkan aktivitas jasa PMI di Australia menyusut paling dalam 14 bulan di bulan Juli sementara pertumbuhan pabrik melambat ke level terendah empat bulan.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah sedang bergerak turun dan harga bijih besi anjlok ke posisi terendah 3 pekan oleh kekhawatiran meningkatnya pasokan global. Sentimen perdagangan aset risiko berusaha ditekan oleh laporan peningkatan kasus varian Delta yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya berusaha mendaki di pasar Eropa setelah menguat di sesi global sebelumnya; mendapat kekuatan dari kenaikan yield obligasi AS tenor 10-tahun. Sebelumnya sempat dibayangi oleh data klaim pengangguran yang meningkat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD melemah, dan kini pair berada di posisi 0.7360 yang sedang meluncur ke support kuatnya di 0.7342 – 0.7310. Namun jika bergerak sebaliknya, pair dapat mendaki kembali ke posisi 0,7395. Jika tembus akan mendaki ke resisten kuat di 0.7405 – 0.7440.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


