(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Jumat (23/7/2021) bergerak konsolidasi di area support hariannya di tengah kuatnya minat perdagangan aset risiko. Sebelumnya yen bergerak bullish setelah sempat turun ke posisi terendah sepekan.
Sentimen perdagangan aset risiko masih menguat yang mengabaikan kekhawatiran atas penyebaran varian Delta coronavirus dan perlambatan pemulihan ekonomi global. Sementara itu, pemerintah Jepang telah memberlakukan keadaan darurat di Tokyo sampai setelah Olimpiade yang berakhir pada 8 Agustus tetapi kekhawatiran wabah di Olimpiade meningkat karena lebih banyak atlet dan staf terinfeksi.
Yen sempat tertekan merespon rilis data ekonomi untuk Neraca Perdagangan Jepang yang dilaporkan kontraksi, turun 0,09T, jauh di bawah perkiraan kenaikan 0,02T dan periode pelaporan sebelumnya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak konsolidasi di pasar uang Asia setelah menguat tipis sesi global sebelumnya. Dolar AS mendapat tekanan dari rilis data klaim pengangguran yang meningkat diluar ekspektasi dan juga turunnya posisi yield obligasi tenor 10-tahun.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak lemah, pair yang berada di posisi 110.14 bergerak turun ke 110.04 sebelum ke S1 dan S2. Namun jika berbalik arah, pair akan naik menuju 110.26 dan jika tembus lanjut ke posisi R1 dan juga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 110.68 | 110.50 | 110.33 | 110.17 | 109.98 | 109.82 | 109.64 |
| Buy Avg | 110.26 | Sell Avg | 110.04 |



