(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Selasa (27/7/2021) sedang bergerak negatif di area support melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya dari posisi tertinggi 2 pekan. Yen Jepang lebih kuat dari dolar AS oleh anjloknya yield obligasi tenor 10 tahun dan surutnya momentum pertumbuhan ekonomi AS..
Imbal hasil treasury AS jangka panjang turun setelah pembicaraan antara AS dan China gagal menyelesaikan masalah luar biasa antara kedua belah pihak, Wakil Menteri Luar Negeri China Xie Feng menuduh pemerintah Biden menekan pembangunan negara itu dan mendesak Washington untuk mengubah pola pikirnya yang sangat salah arah dan kebijakan berbahayanya.
Investor sekarang menantikan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve untuk petunjuk lebih lanjut tentang rencananya untuk mengurangi program pembelian obligasi.
Namun fundamental yen dibayangi oleh kekhawatiran Jepang masuki gelombang ke-5 pandemi covid-19, pemerintah Jepang telah memberlakukan keadaan darurat di Tokyo sampai setelah Olimpiade berakhir pada 8 Agustus tetapi lebih banyak atlet dan staf Olimpiade terinfeksi. Selain itu secara politik, Perdana Menteri Yoshihide Suga yang tidak mendapat dukungan lanjut dari pendukungnya akan menghadapi pemilihan kembali pada bulan September di partai internalnya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak negatif di pasar uang Asia setelah koreksi sesi global sebelumnya. Dolar AS tertekan oleh anjloknya yield obligasi ke posisi terendah 5 bulan dan juga rilis data new home sales yang anjlok.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak lemah, pair yang berada di posisi 110.22 bergerak turun ke S1 dan S2. Namun jika berbalik arah, pair akan naik menuju 110.50 dan jika tembus lanjut ke posisi R1 dan juga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 111.07 | 110.82 | 110.60 | 110.36 | 110.13 | 109.89 | 109.66 |
| Buy Avg | 110.60 | Sell Avg | 110.10 |



