(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (5/8/2021) bergerak bullish mendekati posisi resisten kuat hariannya dari kisaran terendah 2 pekan. Pair diperkuat oleh pelemahan posisi dolar AS jelang pengumuman kebijakan moneter BOE beberapa jam kedepan.
Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dan membiarkan program pembelian obligasi bank sentral tidak berubah, sementara pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi akan diteliti dengan cermat. Pembuat kebijakan Gertjan Vlieghe mengatakan pekan lalu bahwa bank sentral seharusnya tidak mengurangi stimulusnya hingga 2022, menyusul pernyataan serupa dari anggota MPC Jonathan Haskel.
Namun, pada awal Juli, Deputi Gubernur Dave Ramsden dan Michael Saunders memperingatkan bahwa bank dapat membalikkan stimulus moneter lebih cepat dari yang diharapkan karena ekonomi dibuka kembali dan inflasi tetap di atas target.
Pergerakan bearish di sesi Asia masih dipengaruhi sentimen sebelumnya terkait ketegangan atas laporan meningkatnya penyebaran varian Delta covid di Inggris. Sebaliknya, optimisme terbaru atas masalah Brexit dianggap sebagai fundamental penting menjaga setiap penurunan dalam pair.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya menurun di pasar Eropa setelah menguat di sesi global sebelumnya; sempat terangkat komentar hawkish anggota the Fed tentang kemungkinan kenaikan bunga AS pada awal 2023.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD menguat, dan kini pair berada di posisi 1.3924 yang sedang mendaki ke resisten kuat di 1.3935 – 1.3960. Namun jika pair bergerak sebaliknya, akan terkoreksi kembali ke posisi 1.3872 sebelum kemudian meluncur ke support kuat di 1.3864 – 1.3810.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


