Rekor Bursa Wall Street Terkoreksi Data ADP, Nasdaq Bertahan Kuat

460
wall street
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan bursa saham Amerika alami koreksi dari keuntungan  sebelumnya  pada sesi yang berakhir Kamis dinihari WIB (5/8/2021), oleh aksi profit taking investor pasca rekor S&P500. Hanya indeks Nasdaq yang sarat dengan saham teknologi bertahan di zona positif dengan  kekuatan moderat.

Indeks Dow Jones merosot 323,73 poin atau 0,9 persen menjadi 34.792,67 dan S&P 500 turun 20,49 poin atau 0,5 persen menjadi 4.402,66. Sementara itu, indeks Nasdaq  sebagian besar bergerak flat sebelum ditutup naik 19,24 poin atau 0,1 persen pada 14.780,53.

Anjloknya mayoritas harga saham di bursa Wall Street dipicu oleh mengecewakannya laporan ADP terhadap momentum pertumbuhan ekonomi AS, dimana  prosesor penggajian tersebut  merilis  pekerjaan sektor swasta meningkat jauh lebih kecil dari yang diharapkan di bulan Juli. Hanya  naik 330.000 pekerjaan pada Juli setelah periode bulan sebelumnya melonjak hingga 680.000, jauh lebih rendah proyeksi kenaikan  695.000 pekerjaan.

Penurunan tajam oleh saham General Motors juga membebani sentimen di Wall Street, dengan anjlok 8,9 persen ke penutupan terendah lima bulan setelah perusahaan raksasa otomotif itu  melaporkan pendapatan kuartal kedua meleset dari perkiraan meskipun  masih bisa menaikkan proyeksi  setahun penuhnya.

Kemudian sentimen negatif  diimbangi oleh laporan dari Institute for Supply management yang menunjukkan pertumbuhan aktivitas sektor jasa AS cetak rekor ekspansi sepanjang sejarah  pada bulan Juli. PMI jasa  melonjak ke level  64,1  setelah periode sebelumnya  60,1, data ini merupakan tertinggi sejak penghitungan indeks dimulai.

Berita Wall Street lainnya di Telegram Vibiznews

Secara sektoral, penurunan saham dipimpin oleh saham produsen minyak  dengan anjlok sangat signifikan, dimana Philadelphia Oil Service Index  turun 6,4 persen  pada level penutupan terendah dalam lebih dari tiga bulan. Sebagian besar disebabkan oleh anjloknya harga mentah WTI akibat laporan pasokan minyak AS yang meningkat.

Sektor lainnya yang tertekan yaitu saham maskapai penerbangan dengan NYSE Arca Airline Index alami penurunan 2,4 persen. Saham perumahan, tembakau dan telekomunikasi juga menunjukkan pergerakan signifikan ke sisi bawah. Sementara itu pergerakan sebaliknya terpantau pada saham bioteknologi dan semikonduktor yang berkontribusi pada kenaikan Nasdaq.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here