(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (9/8/2021) bergerak bullish masuki area resisten hariannya dari kisaran terendah 2 pekan pada sesi sebelumnya. Poundsterling rebound dari tekanan perdagangan akhir pekan lalu merespon kuatnya data NFP AS.
Poundsterling jatuh sesi sebelumnya setelah laporan akhir pekan bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengancam akan menurunkan Menteri Keuangan Rishi Sunak. Johnson dilaporkan membuat ancaman setelah bocornya surat dari Sunak yang menyerukan pelonggaran pembatasan perjalanan menjelang pengumuman minggu lalu. Sunak dipandang sebagai salah satu bintang yang sedang naik daun di partai Tory dan pasangan yang aman di Departemen Keuangan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya mendaki kuat di pasar Eropa setelah melompat di sesi global sebelumnya; di 2 minggu terkuatnya oleh ekspektasi investor the Fed akan melakukan tapering yang lebih cepat setelah rilis NFP AS melebih perkiraan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD menguat, dan kini pair berada di posisi 1.3886 yang sedang mendaki ke resisten kuat di 1.3915 – 1.3960. Namun jika pair bergerak sebaliknya, akan terkoreksi kembali ke posisi 1.3850 sebelum kemudian meluncur ke support kuat di 1.3845 – 1.3810.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



