Bursa Eropa Mixed; Kehati-hatian Mencermati Data Inflasi AS

925
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Eropa bervariasi pada hari Rabu (11/08), dengan pasar global tetap berhati-hati dmemantau perkembangan Covid-19 dan data ekonomi utama seperti inflasi AS.

Indeks Stoxx 600 Eropa beringsut 0,12% di atas garis datar, dengan saham perawatan kesehatan bertambah 0,5% sementara perjalanan dan rekreasi turun 0,6%.

Terpantau indeks FTSE naik 0,44%. Indeks DAX turun tipis -0,04%. Indeks CAC naik 0,25%.

Sesi di Eropa mengikuti pola yang mirip dengan Asia-Pasifik, di mana saham ditutup bervariasi pada hari Rabu. Di Amerika Serikat, saham berjangka AS sebagian besar datar di awal perdagangan premarket pada hari Rabu.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi pada hari Selasa setelah Senat AS mengesahkan RUU infrastruktur senilai $ 1 triliun, yang mengalokasikan $ 550 miliar dalam pengeluaran baru untuk bidang-bidang termasuk transportasi dan jaringan listrik.

Rencana infrastruktur Senat diharapkan dapat membantu memberikan dorongan ekonomi karena pertumbuhan puncak melambat setelah pembukaan kembali dari pandemi.

Investor internasional akan mengawasi rilis data AS pada hari Rabu dengan pembacaan Indeks Harga Konsumen Juli akan dirilis.

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan indeks telah naik 0,5% bulan lalu, atau 5,3% tahun ke tahun. Pada bulan Juni harga melonjak 0,9%, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Agustus 2008. Data tersebut dapat mempengaruhi pengambilan keputusan Federal Reserve AS mengenai suku bunga.

Kembali di Eropa, inflasi IHK Jerman yang tidak diselaraskan mencapai 3,8% YoY dan 0,9% bulanan di Juli, Kantor Statistik Federal mengkonfirmasi Rabu. Inflasi yang diselaraskan masing-masing adalah 3,1% dan 0,5%.

Rilis pendapatan di Eropa berasal dari E.On, Thyssenkrupp, Uniper, ABN AMRO, Prudential, Deliveroo, dan Admiral Group.

Saham ABN AMRO naik 4,7% untuk memimpin Stoxx 600 pada sore hari setelah berayun kembali ke laba kuartal kedua sebesar 393 juta euro ($ 460,32 juta), mengalahkan ekspektasi analis. Bank Belanda juga mengumumkan rencana untuk melanjutkan pembayaran dividen.

Di bagian bawah indeks, Thyssenkrupp turun lebih dari 7% setelah membukukan laba kuartalan 266 juta euro, tetapi memperingatkan bahwa divisi bajanya tertinggal.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa bergerak mixed menjelang data inflasi AS. Bursa Eropa akan mengikuti pergerakan bursa AS, yang jika naik setelah data inflasi, akan menguatkan bursa Eropa dan sebaliknya.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here