(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (16/8/2021) posisi euro dalam pair EURUSD terkoreksi dari posisi tertinggi sepekan lebih di area resisten hariannya. Pair tertekan oleh kekuatan perdagangan safe haven yang menguntungkan dolar AS dari posisi terendah 2 pekan.
Sentimen untuk aset risiko tertekan di tengah prospek pertumbuhan global yang lebih lambat karena wabah virus corona, khususnya di Asia. Sentimen juga dilemahkan data ekonomi Cina yang menekan global.
Fundamental tertekan oleh sikap kebijakan moneter Bank Sentral Eropa yang terlihat tetap dovish untuk beberapa waktu, sementara itu Federal Reserve AS dan Bank of England berencana mengetatkan kebijakan mereka. Sentimen ini melemahkan posisi euro terhadap dolar AS dan juga poundsterling.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya naik tipis di pasar Eropa setelah merosot di sesi global sebelumnya; sempat tergelincir oleh jatuhnya sentimen konsumen AS ke terendah satu dekadenya yang meredakan ekspektasi segera tapering the Fed.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD melemah, pair kini berada di posisi 1.1782 yang sedang meluncur menembus pivot di 1.1777 dan akan tertekan ke support kuat di 1.1761 – 1.1728. Namun jika berbalik arah, pair mendaki ke posisi pivot di 1.1801 sebelum naik menuju resisten kuat di 1.1822 – 1.1850.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



