(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Senin (16/8/2021) semakin tertekan ke posisi terendah 2 pekan hingga menembus posisi support kuatnya. Pair melemah oleh kuatnya sentimen perdagangan safe haven yang menguntungkan dolar AS dan yen Jepang. Namun Yen lebih unggul dikarenakan fundamental dolar AS tertekan buruknya data sentimen konsumen UoM akhir pekan lalu.
Kekuatan yen Jepang juga mendapat sentimen dari data prelim PDB Jepang yang menunjukkan ekonomi tumbuh 1,3% secara tahunan di triwulan ke-2, jauh lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 0,7% dan bergeser dari kontraksi 0,9% di triwulan ke-1. Rebound ekonomi tersebut didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi bisnis, dan pengeluaran pemerintah, di tengah pemulihan ekonomi dari gangguan virus corona menyusul percepatan vaksinasi virus.
Kuatnya sentimen perdagangan safe haven selain didapat dari buruknya data ekonomi Cina yang melemahkan momentum pertumbuhan ekonomi global serta permasalahan geopolitik yang menimpa Afghanistan setelah tentara Taliban mengambil alih istana Presiden.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya naik tipis di pasar Eropa setelah merosot di sesi global sebelumnya; sempat tergelincir oleh jatuhnya sentimen konsumen AS ke terendah satu dekadenya yang meredakan ekspektasi segera tapering the Fed.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY akan menguat, dan kini pair berada di posisi 109.60 yang sedang terkoreksi kembali ke posisi 109.25. Jika tembus akan meluncur ke support kuat di 108.83 -108.50. Namun jika lanjut bullish, pair naik ke resisten solid di 109.72 – 110.04.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



