(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Amerika kembali cetak rekor tertinggi untuk 5 sesi berturut meski ditutup mixed pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari WIB (17/8/2021). Dow Jones dan S&P500 yang memperpanjang posisi rekor tertinggi 49 tahun, bahkan indeks S&P500 telah berada di posisi dua kali lipat dari posisi terburuk saat awal pandemi di bulan Maret 2020.
Indeks Dow Jones naik 110,02 poin atau 0,3 persen menjadi 35.625,40 dan indeks S&P 500 naik 11,71 poin atau 0,3 persen menjadi 4.479,71. Sementara iu Nasdaq yang sarat dengan saham teknologi turun 29,14 poin atau 0,2 persen menjadi 14.793,76. Kinerja beragam di Wall Street terjadi karena investor optimis tentang prospek pasar meskipun ada beberapa tanda pelemahan dalam ekonomi global.
Tanda pelemahan ekonomi global datang dari laporan ekonomi Cina yang mengecewakan, yaitu data produksi industri dan pertumbuhan penjualan ritel China melambat pada bulan Juli. Sentimen negatif juga datang dari laporan dari Federal Reserve New York yang menunjukkan aktivitas manufaktur New York mengalami pertumbuhan yang jauh lebih lambat di bulan Agustus.

Sebagian besar sektor utama mengakhiri sesi hanya menunjukkan pergerakan yang moderat, pelemahanan dipimpin oleh saham energi dengan Philadelphia Oil Service Index turun 2,7 persen, NYSE Arca Oil Index merosot 2,3 persen dan NYSE Arca Natural Gas Index turun 1,6 persen.
Demikian pada saham baja, bioteknologi, dan maskapai penerbangan juga mengalami pelemahan yang signifikan hari ini. Sementara itu terjadi pergerakan sebaliknya dengan berhasil cetak gain pada saham farmasi.



