(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (17/8/2021) lanjut melemah hingga menembus posisi support lemah hariannya di posisi terendah 3 pekan. Poundsterling tertekan oleh kuatnya sentimen perdagangan safe haven yang menguntungan posisi dolar AS, dan menyampingkan turunnya pengangguran Inggris.
Tingkat pengangguran Inggris turun menjadi 4,7% di Triwulan ke-2, dari 4,9% di Triwulan ke-1 dan sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 4,8%, menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja terus berlanjut setelah pelonggaran banyak pembatasan virus corona. Pendapatan rata-rata pekerja Inggris juga naik 7,4 persen menjadi GBP541.
Melemahnya perdagangan aset risiko masih berlanjut merespon data ekonomi yang mengecewakan dan penyebaran cepat varian delta virus corona menunjukkan perlambatan pemulihan ekonomi global. Data pertumbuhan penjualan ritel dan output industri Cina melambat sementara itu sentimen konsumen AS turun ke level terendah hampir satu dekade.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya menguat di pasar Eropa setelah rebound di sesi global sebelumnya; terangkat oleh kuatnya sentimen perdagangan safe haven yang menghiraukan turunnya yield obligas AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD melemah, dan kini pair berada di posisi 1.3786 yang sedang turun ke posisi 1.3770 sebelum kemudian meluncur ke support solid di 1.3745 – 1.3710. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya, akan mendaki ke 1.3857 sebelum naik resisten kuat di 1.3867 – 1.3900.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



