(Vibiznews – Indeks) – Pelemahan harga saham di bursa Jepang berlanjut pada perdagangan hari Selasa (17/8/2021), dengan indeks Nikkei memperpanjang posisi terendah 2 pekan. Indeks Nikkei melemah untuk sesi keempat berturut-turut karena kekhawatiran tentang penyebaran varian Delta yang cepat di Jepang yang membayangi optimisme seputar pendapatan yang optimis.
Jepang sedang berjuang untuk menekan gelombang kelima infeksi COVID-19 dan Tokyo mengumumkan 2.962 kasus harian baru pada hari Senin, setelah rekor 5.773 pada hari Jumat. Karenanya pemerintah akan memperpanjang keadaan daruratnya di ibu kota Tokyo dan wilayah lain hingga 12 September, dan memperluas pembatasan ke tujuh prefektur lagi.
Selain itu berita bahwa China akan memperketat kendali atas sektor teknologinya yang bertujuan untuk mengatasi persaingan tidak sehat dan penanganan perusahaan terhadap data penting juga mengguncang sentimen.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 99 poin atau 0,36% lebih rendah pada 27.424,47, penurunan terbesar sejak 30 Juli. Namun untuk indeks Topix turun 0,49% menjadi 1.915,63. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan September 2021 bergerak negatif dengan turun 120 poin atau 0,44% ke posisi 27360.
Kekhawatiran pandemi membebani bisnis restoran, department store, dan perjalanan, dan hari ini yang paling terpukul saham sektor transportasi udara yang turun 2,34%. Kemudian disusul oleh sektor jasa anjlok 0,97% dan saham pengecer turun 0,30%. Sebaliknya saham pengirim memimpin 6 sektor yang menguat dengan naik 1,62%, dengan saham Kawasaki Kisen jadi top gainers melonjak 3,51%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



