(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia hari Selasa (17/8/2021) bergerak lemah mendekati support kuat hariannya. Aussie masih tertekan oleh buruknya kondisi covid-19 di negeri tersebut serta rilis data ekonomi Cina yang melemahkan momentum perumbuhan ekonomi global.
Pemerintah Australia masih kewalahan mengatasi permasalahan covid-19 yang terus meningkat akibat penyebaran varian Delta virus Corona. Australia melaporkan peningkatan kasus harian covid-19 menjadi bertambah 512 kasus baru setelah hari Senin dikonfirmasi alami pertambahan 495 kasus baru. Sydney melaporkan rekor angka kematian harian terbesar selama pandemi disaat lockdown yang berjalan dua bulan. Lockdown masih berlangsung di Sydney, Melbourne, Canberra dan Darwin hingga 2 pekan kedepan.
Dari pasar komoditas yang harganya anjlok untuk beberapa komoditas penting seperti tembaga dan bijih besi yang merupakan unggulan Aussie. Tembaga anjlok ke posisi terendah 2 pekan sedangkan bijih besi anjlok ke posisi terendah 5 bulan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya menguat di pasar uang Asia setelah rebound sesi global berturut sebelumnya; terangkat oleh kuatnya sentimen perdagangan safe haven yang dipicu oleh perebutan Afghanistan dan buruknya data ekonomi Cina.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD melemah, pair yang kini berada pada posisi 0.7324 sedang turun ke posisi S1 hingga S2. Namun jika berbalik arah, akan mendaki ke 0.7355 sebelum naik ke posisi R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7418 | 0.7396 | 0.7365 | 0.7343 | 0.7312 | 0.7288 | 0.7258 |
| Buy Avg | 0.7360 | Sell Avg | 0.7318 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



