(Vibiznews-Index) – Indeks spot Nikkei perdagangan sebelumnya ditutup turun 454 poin atau 1,6% lebih rendah pada 27.523,19, penurunan terbesar sejak 30 Juli. Namun untuk indeks Topix naik 0,15% menjadi 1.956,39. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan September 2021 bergerak negatif dengan turun 510 poin atau 0,82% ke posisi 27480.
Indeks Nikkei melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa varian Delta telah menyebar luas di Jepang. Harian Sankei Shimbun melaporkan hari ini bahwa pemerintah Jepang akan memperpanjang status penguncian lunak darurat di wilayah termasuk Tokyo hingga pertengahan September serta menambahkan beberapa wilayah lainnya. Sementara itu, Jiji Press mengatakan bahwa ada 17.832 kasus baru pada hari Minggu di Jepang, hari ke-13 berturut-turut di atas 10.000.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street cetak rekor untuk 5 sesi berturut. Hanya Nasdaq yang masih tertekan di zona merah dan S&P500 naik 100% dari sejak awal pandemi. Namun harga minyak mentah berjangka WTI melemah untuk 3 sesi berturut setelah laporan bahwa OPEC+ tidak melihat perlunya mempercepat pengurangan minyak meskipun ada tekanan AS untuk menambah lebih banyak minyak mentah.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Nikkei berjangka hari ini menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 27400 dan jika tembus meluncur ke S1 hingga S2. Namun jika kemudian berbalik arah, naik ke posisi 27790, jika tembus naik ke posisi R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 28610 | 28330 | 27920 | 27660 | 27210 | 26950 | 26670 |
| Buy Avg | 27850 | Sell Avg | 27400 |




