(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang alami kerugian yang cukup signifikan pada perdagangan hari Kamis (19/8/2021), hingga membuat Nikkei terjun ke posisi terendah 7 bulan. Indeks Nikkei yang sempat rebound dari posisi terendah 2 pekan sebelumnya, tidak mampu menahan tekanan jual yang kuat dari laporan pemangkasan produksi Toyota.
Toyota Motor berencana untuk memangkas produksi globalnya sebesar 40% pada bulan depan karena kekurangan semikonduktor di seluruh dunia. Berita ini menjadi kejutan bagi pasar karena isu kekurangan chip ini sudah lama dan Toyota bertahan dengan produksinya dibandingkan para pesaingnya.
Berita ini juga mengguncang saham-saham pembuat mobil dan suku cadang mobil lainnya. Nikkei sebelumnya sudah mendapat tekanan dari laporan rekor kenaikan kasus harian covid-19 di Jepang yang mencapai hampir 20ribu kasus baru.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 305 poin atau 1,1% lebih rendah menjadi 27.281,17, terendah sejak akhir Januari. Demikian untuk indeks Topix anjlok 1,39% menjadi 1.897,19. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan September 2021 bergerak positif dengan turun 390 poin atau 1,41% ke posisi 27210.
Saham Toyota anjlok 4,4% setelah pengumuman diatas dan berdampak pada pesaingnya seperti saham Denso anjlok 4,3%, sementara Subaru merosot 2,8% dan Honda Motor turun 2,7%.
Secara sektoral, pelemahan Nikkei dipimpin oleh saham pembuat baja yang turun 5,3%, terbesar sejak Maret 2020, kemudian disusul oleh saham semikonduktor yang turun 3,2% ke level terendah lima bulan, saham perusahaan logam non-ferrous anjlok 3,1% dan saham pialang sekuritas merosot 3,0%.
Anjloknya harga minyak mentah dunia menekan saham-saham sektor energi seperti saham Eneos Holdings, Idemitsu Kosan dan Inpex masing-masing anjlok 3,5%, 2,8% dan 3,7%. Melemahnya harga minyak juga memukul saham rumah perdagangan, dengan saham Mitsui Co kehilangan 6,1% dan saham Marubeni merosot 3,6%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



