(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 37,32 poin atau 1,2% pada posisi 3.060,51, penutupan terendah sejak 30 Maret. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 4,18 poin atau 1,03% ke posisi 400.78, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 408.35 dan sempat turun ke posisi terendah di 399.18.
Tekanan jual saham Kospi akhir pekan lalu masih disebabkan oleh kekhawatiran terus-menerus atas penyebaran varian Delta virus corona dan prospek pengurangan pembelian obligasi oleh Federal Reserve AS sebelum akhir tahun ini. Korea Selatan telah memperpanjang pembatasan jarak sosial selama dua minggu, namun masih terus melaporkan kenaikan kasus harian yang hampir mencapai rekor.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan lalu ditutup rebound dari tekanan sebelumnya oleh bargain hunting saham teknologi. Namun harga minyak mentah berjangka WTI anjlok ke level terendah 3 bulan dan memperpanjang penurunan untuk hari ke-7 berturut-turut yang merupakan penurunan beruntun terpanjang sejak 2019 karena penyebaran kenaikan kasus covid-19 dan data ekonomi yang lemah menimbulkan kekhawatiran pemulihan ekonomi global.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 menguat, awal sesi dapat turun menuju posisi 402,20 dan jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian terkoreksi, indeks dapat naik ke posisi 408.88 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 418.34 | 415.56 | 410.39 | 407.61 | 402.25 | 399.47 | 394.40 |
| Buy Avg | 409.36 | Sell Avg | 400.60 |



