(Vibiznews – Index) Indeks Hang Seng pada perdagangan sebelumnya akhir pekan ditutup turun -1,41% menjadi ditutup pada 24.870,51. Sedangkan indeks saham China Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun -1,48% menjadi 8.820.83. Demikian indeks Hang Seng berjangka bulan November 2021 bergerak turun -320 poin atau -1,3% ke posisi 24868.
Bursa Saham Hong Kong berakhir lebih rendah akhir pekan, dengan mencerna keputusan kebijakan bank sentral baru-baru ini, dan membatasi ekspektasi tentang kemungkinan laju pengetatan kebijakan moneter untuk mengekang inflasi.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham AS pada hari Jumat mengakhiri minggu lebih tinggi, dengan S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq 100 semuanya membukukan tertinggi baru sepanjang masa. Laporan penggajian AS Oktober yang lebih kuat dari perkiraan Jumat mendorong saham lebih tinggi, bersama dengan hasil pendapatan perusahaan Q3 yang solid. Pembukaan kembali saham menguat di tengah berita obat Covid Pfizer, dan ekuitas juga mendapat dukungan dari penurunan suku bunga setelah imbal hasil T-note 10-tahun pada hari Jumat turun ke level terendah 6-minggu.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, patokan minyak AS, melewati $80 per barel pada hari Jumat untuk pertama kalinya sejak November 2014 karena permintaan rebound sementara pasokan tetap ketat. Patokan minyak AS melonjak lebih dari 2% untuk diperdagangkan setinggi $80,09 pada hari Jumat, sebelum turun dari level itu dan melayang di sekitar $79,70 pada 11:30 di Wall Street. Minyak mentah Brent, patokan internasional, naik 1,7% menjadi $83,32 per barel. Harga minyak telah melonjak dalam beberapa hari terakhir bersamaan dengan reli komoditas yang lebih luas termasuk gas alam dan batu bara di tengah krisis energi yang melanda Eropa dan Asia.
Harga minyak naik pada hari Senin setelah produsen minyak milik negara Arab Saudi Aramco menaikkan harga jual resmi untuk minyak mentahnya, menunjukkan permintaan tetap kuat pada saat pasokan lebih ketat. Minyak mentah Brent naik 90 sen atau 1,1% pada $83,64 per barel, setelah turun hampir 2% minggu lalu. Minyak AS naik 87 sen atau 1,1% menjadi $82,14, setelah turun hampir 3% hingga Jumat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menurun. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 24692, dan jika terus turun akan menembus ke S1 hingga S3. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik ke posisi 24772, jika terus naik akan menembus ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 24908 | 24839 | 24759 | 24690 | 24610 | 24541 | 24461 |
| Buy Avg | 24841 | Sell Avg | 24680 |



