(Vibiznews – Index) Bursa saham Jepang ditutup naik tipis pada hari Senin karena investor membeli saham yang lebih murah, sementara kekhawatiran tentang kembalinya pembatasan COVID-19 di Eropa membatasi kenaikan.
Indeks Nikkei berakhir naik 0,09% pada 29.774,11, setelah turun sebanyak 0,68% di awal sesi. Indeks Topix yang lebih luas tergelincir 0,34% menjadi 2.042,82.
Pasar Jepang dibuka lebih rendah, mengikuti penurunan sesi sebelumnya di Dow karena kegelisahan pandemi.
Sentimen investor yang lebih luas juga terpukul ketika Austria mengumumkan pembatasan baru untuk menangani peningkatan infeksi, sementara ada kekhawatiran Jerman dapat mengikutinya.
Nikkei mengubah arahnya setelah berjangka AS naik di jam perdagangan Asia. Operator toko pakaian Uniqlo dan kapital besar Fast Retailing masing-masing naik 0,47%.
Kapital besar terkait chip Advantest dan Tokyo Electron melacak lonjakan Indeks Komposit Nasdaq di sesi sebelumnya, masing-masing naik 0,96% dan 0,35%.
Saham minyak membebani pasar karena kekhawatiran COVID-19 mengirim harga minyak lebih rendah, dengan Inpex kehilangan 4,47% dan Japan Petroleum Exploration tergelincir 0,35%.
Saham yang akan diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi turun, dengan maskapai penerbangan turun 1,66% dan kereta api kehilangan 0,1%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Jepang akan mencermati pergerakan bursa Wall Street, dimana malam ini akan dirilis data Existing Home Sales yang jika terealisir melemah, akan menekan bursa Wall Street.



