(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (28/12/2021) posisi euro dalam pair EURUSD bergerak naik melanjutkan gain sebelumnya, mendaki menembus posisi resisten kuat hariannya oleh tekanan lanjut pada dolar AS. Selain itu laju euro disupport rally yield obligasi Jerman ke posisi tertinggi 4 pekan.
Secara fundamental sebelumnya euro mendapat tekanan karena Bank Sentral Eropa terlihat mengetatkan kebijakan lebih lambat dari Federal Reserve AS. Bank sentral Eropa mengumumkan awal bulan ini pengurangan laju pembelian aset karena kemajuan pemulihan ekonomi dan menuju target inflasi jangka menengah, tetapi mengisyaratkan suku bunga akan dipertahankan pada level rekor terendah untuk beberapa waktu.
Sedangkan The Fed mengatakan akan mempercepat pengurangan pembelian obligasi, menempatkannya di jalur untuk menyelesaikannya pada Maret 2022 dan membuka jalan bagi tiga kenaikan suku bunga pada akhir tahun depan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak sempit di sesi Eropa dan cenderung tertekan di tengah investor yang kembali mengabaikan Omicron serta pasar yang sepi karena libur Natal.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD menguat, pair kini berada di posisi 1.1331 yang melaju ke resisten lemahnya di 1.1356 – 1.1385 setelah tembus 1.1340. Namun jika terkoreksi dapat turun ke posisi 1.1307 dan jika tembus akan lanjut meluncur ke support kuat di 1.1300 – 1.1248.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



