(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Kamis (30/12/2021) bergerak kuat mendekati posisi resisten kuat hariannya, melanjutkan gain sesi sebelumnya. Yen Jepang anjlok ke posisi terendah 4 pekan terhadap dolar AS oleh kuatnya sentimen perdagangan aset risiko.
Kuatnya sentimen aset risiko ditopang oleh optimisme investor bahwa varian omicron dari virus covid-19 tidak akan menggagalkan pemulihan ekonomi global. Selain itu, Bank of Japan mengisyaratkan akan tertinggal dari bank sentral lainnya dalam mengurangi stimulus moneter. Inflasi juga tetap terkendali meskipun biaya input lebih tinggi karena perusahaan enggan membebankan kenaikan biaya kepada konsumen.
Pekan lalu, Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan bahwa dia berharap BOJ terus melakukan upaya untuk mencapai target inflasi 2%, menyatakan keinginan untuk mendukung kebijakan moneter dan fiskal. Pemerintah Jepang juga menyetujui rekor anggaran 107,6 triliun yen untuk tahun fiskal 2022 pekan lalu.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang melemah di pasar uang Asia melanjutkan pergerakan turun sesi global sebelumnya. Dolar AS tertekan oleh peningkatan sentimen risiko karena investor mengabaikan risiko ekonomi dari varian Omicron.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY menguat, pair yang berada di posisi 114.97 bergerak naik menuju posisi R1 dan juga R2. Namun jika berbalik arah, pair akan turun ke posisi 114.79 sebelum kemudian meluncur ke S1 dan S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 115.47 | 115.25 | 115.09 | 114.87 | 114.72 | 114.50 | 114.35 |
| Buy Avg | 114.86 | 115.00 | Sell Avg | 114.68 |



