(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 1,64% ke 22.907,25. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 2,01% menjadi 8.015,7. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2022 bergerak negatif dengan anjlok 393 poin atau 1,69% ke posisi 23296.
Hang Seng masih tertekan oleh anjloknya bursa saham global serta keputusan regulator pasar utama China untuk memberlakukan denda baru pada perusahaan teknologi terkemuka . Alibaba, Tencent Holdings Ltd , dan Bilibili Inc harus membayar denda karena gagal melaporkan beberapa kesepakatan dengan benar.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup melemah dengan semua indeks utamanya masuk zona merah oleh respon negatif dari laporan risalah pertemuan The Fed yang terbaru. Risalah tersebut menunjukkan The Fed akan lebih agresif daripada yang diperkirakan.
Harga minyak mentah berjangka WTI memperpanjang rally dengan naik sebanyak 2% karena investor mencerna keputusan OPEC+ terbaru untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 400.000 barel per hari pada bulan Februari, meskipun keraguan tetap ada mengenai apakah kelompok akan dapat benar-benar meningkatkan produksi sebagai anggota termasuk Nigeria dan Libya berjuang untuk meningkatkannya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 22905, jika tembus meluncur ke S1 hingga S2. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik ke posisi 23200, dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 23770 | 23582 | 23243 | 23053 | 22713 | 22524 | 22185 |
| Buy Avg | 23220 | Sell Avg | 22860 |



