(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Amerika alami pergerakan yang fluktuatif setelah sebelumnya terkoreksi cukup signifikan dari posisi rekor, 3 indeks utama bertahan di zona merah pada penutupan perdagangan yang berakhir Jumat dinihari WIB (7/1/2022). Sentimen yang mempengaruhi turunnya harga saham masih berlanjut reaksi dari risalah pertemuan Federal Reserve terbaru.
Terpantau perdagangan sedikit lesu dengan penurunan yang moderat pada ketiga indeks utama, indeks Dow Jones turun 170,64 poin atau 0,5 persen menjadi 36.236,47, indeks Nasdaq merosot 19,31 poin atau 0,1 persen menjadi 15.080,87 dan indeks S&P 500 turun tipis 4,53 poin atau 0,1 persen menjadi 4.696,05.
Kinerja bursa juga dibebani oleh rilis data ekonomi yang mengkhawatirkan seperti laporan data klaim pengangguran mingguan secara tak terduga menunjukkan peningkatan, yang naik ke 207.000, meningkat 7.000 dari level minggu sebelumnya 200.000.
Laporan selanjutnya dari Institute for Supply Management menunjukkan pertumbuhan sektor jasa AS melambat dari rekor tertinggi di bulan Desember, data PMI sektor jasa turun ke 62,0 pada Desember dari 69,1 pada November, lebih rendah dari ekspektasi turun ke 66,9.

Secara sektoral saham emas mengalami kinerja terburuk dengan menyeret NYSE Arca Gold Bugs Index turun sebesar 3,3 persen. Kelemahan signifikan juga muncul di antara saham perangkat keras komputer, sebagaimana tercermin dari penurunan 1,5 persen oleh NYSE Arca Computer Hardware Index.
Sementara itu sebaliknya saham perbankan bergerak naik tajam di tengah berlanjutnya peningkatan imbal hasil treasury, mendorong KBW Bank Index naik 3,3 persen ke rekor penutupan tertinggi. Demikian juga saham energi alami kenaikan lanjutan dengan NYSE Arca Oil Index dan Philadelphia Oil Service Index masing-masing melonjak 2,8 persen dan 2,7 persen.



