(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Jumat (14/1/2022) meluncur cukup cepat hingga menembus posisi support kuat hariannya. Yen Jepang bergerak kuat ke posisi tertinggi 3 pekan dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbaik sejak Juni 2020, karena investor memangkas posisi long greenback dan menganggap bahwa beberapa kenaikan suku bunga AS tahun ini sudah sepenuhnya diperhitungkan.
Kekuatan yen yang sensitif terhadap perbedaan suku bunga, juga didukung oleh rally imbal hasil obligasi pemerintah Jepang, dengan patokan imbal hasil JGB 10-tahun melayang ke tertinggi Maret 2021. Sementara itu, Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan kebijakan ultra-longgarnya karena inflasi Jepang tetap jauh di bawah target bank sentral 2%, memberikan tekanan pada yen.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa turun setelah melemah 3 hari; bergerak menurun dengan the Fed yang kurang hawkish sementara pasar sudah priced-in prospek kenaikan bunga the Fed beberapa kali tahun ini.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY akan terus melemah, dan kini pair berada di posisi 113.84 yang berusaha naik ke posisi 114.05. Jika tembus akan mendaki ke 114.22 sebelum ke resisten kuatnya di 114.58 – 114.86. Namun jika kembali tertekan akan meluncur terus ke posisi 113.63 sebelum turun ke support lemah di 113.54-113.18.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



