(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 0,2 persen menjadi 24.383,32. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,6 persen menjadi 8.554,79. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2022 bergerak negatif dengan melemah 74 poin atau 0,30% ke posisi 24387.
Indeks Hang Seng anjlok pertama kalinya setelah rally selama 3 sesi berturut dan retreat dari tertinggi 7 pekan oleh aksi profit taking saham raksasa teknologi cukup besar oleh investor Cina daratan. Sentimen investor dibebani oleh laporan Goldman Sachs telah memangkas perkiraan 2022 untuk pertumbuhan ekonomi China menjadi 4,3% dari 4,8% sebelumnya.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan alami pelemahan untuk semua indeks utamanya setelah laporan pendapatan yang beragam membebani bank-bank besar, data ekonomi mengecewakan serta investor tetap khawatir tentang pengetatan Fed yang lebih agresif.
Harga minyak mentah berjangka WTI rebound lebih dari 2% menjadi sekitar $84 per barel, tertinggi sejak Oktober 2014, dan cetak kenaikan minggu keempat berturut-turut, terpanjang sejak Oktober karena gangguan pasokan di Libya dan Kazakhstan dan berkurangnya persediaan minyak mentah AS lebih dari mengimbangi pembatasan mobilitas di Cina.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi akan naik ke posisi 24470, dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2. Namun jika bergerak sebaliknya dapat turun ke posisi 24220, jika tembus meluncur ke S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 24871 | 24678 | 24532 | 24339 | 24193 | 24000 | 23854 |
| Buy Avg | 24490 | Sell Avg | 24205 |



