(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) akhir pekan lalu ditutup naik tipis 0,66 poin, atau 0,02 persen menjadi 2.927,38. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 5,55 poin atau 1,61% ke posisi 387.45, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 390.81 dan sempat turun ke posisi terendah di 386.25.
Indeks Kospi anjlok ke terendah dalam sepekan dan secara mingguan anjlok 1,33% untuk 3 pekan berturut. Saham dibuka turun tajam, mengikuti penurunan saham semalam di Wall Street karena pejabat Federal Reserve AS mengisyaratkan kebijakan agresif untuk mengendalikan tekanan inflasi yang meningkat. Kemudian Bank of Korea menaikkan suku bunga kebijakan utamanya sebesar 0,25 poin persentase menjadi 1,25 persen, kembali ke tingkat pra-pandemi dalam 22 bulan.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan alami pelemahan untuk semua indeks utamanya setelah laporan pendapatan yang beragam membebani bank-bank besar, data ekonomi mengecewakan serta investor tetap khawatir tentang pengetatan Fed yang lebih agresif.
Harga minyak mentah berjangka WTI rebound lebih dari 2% menjadi sekitar $84 per barel, tertinggi sejak Oktober 2014, dan cetak kenaikan minggu keempat berturut-turut, terpanjang sejak Oktober karena gangguan pasokan di Libya dan Kazakhstan dan berkurangnya persediaan minyak mentah AS lebih dari mengimbangi pembatasan mobilitas di Cina.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat turun ke posisi 385.70 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik menuju posisi 391,93 dan jika tembus akan lanjut ke R2 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 394.65 | 392.73 | 390.09 | 388.17 | 385.53 | 383.61 | 380.97 |
| Buy Avg | 392.73 | Sell Avg | 385.40 |



