Bursa Wall Street Melemah oleh Tingginya Yield Obligasi dan Laporan Goldman Sachs

498
wall street amerika

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Amerika alami pelemahan pada perdagangan  yang berakhir Rabu dinihari WIB (19/1/2022) dengan semua indeks utamanya bertahan di zona merah. Dow Jones dan S&P500 anjlok ke posisi terendah dalam 1 bulan, sedangkan Nasdaq terjun ke posisi terendah 3 bulan.

Indeks Nasdaq anjlok 2,6% menjadi 14.506,90,yang merupakan posisi penutupan terendah sejak 12 Oktober 2021, indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 543,34 poin atau 1,5% menjadi 35.368,47 dan indeks S&P 500 turun 1,8% ke posisi  4.577,11.

Tertekannya perdagangan di bursa Wall Street dipicu oleh tingginya posisi imbal hasil obligasi pemerintah mencapai level tertinggi era Covid dan juga setelah Goldman Sachs melaporkan pendapatan yang mengecewakan.

Yield obligasi benchmark 10-tahun mencapai 1,86%, tertinggi sejak Januari 2020 karena banyak investor percaya The Fed perlu mengetatkan kebijakan moneter lebih awal dari yang diharapkan. Sementara itu saham Goldman Sachs anjlok hampir 7% setelah melaporkan pendapatan dan keuntungan  meleset dari perkiraan.

Berita Wall Street lainnya di Telegram Vibiznews

Saham teknologi anjlok  melanjutkan tren penurunan mereka pada tahun 2022 karena kenaikan suku bunga seperti saham Tesla turun 1,8% , saham Meta Platforms dan Amazon masing-masing turun 4,1% dan sekitar 2%.

Secara keseluruhan, 33 perusahaan S&P 500 telah melaporkan pendapatan kuartal keempat  sejauh ini, dan dari perusahaan-perusahaan itu hampir 70% membukukan hasil dibawah garis normal  mengalahkan ekspektasi analis.

Bank-bank besar Wells Fargo, JPMorgan Chase dan Citigroup sudah melaporkan pada hari Jumat, dengan  membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan. Namun reaksi pasar terhadap hasil tersebut beragam dengan saham Wells Fargo menguat sedangkan saham JPMorgan Chase dan Citigroup melemah.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here