(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,4% menjadi 24.112,78. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,2% menjadi 8.449,00. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2022 bergerak negatif dengan melemah 154 poin atau 0,64% ke posisi 24036.
Saham Hong Kong berakhir lebih rendah terbebani oleh saham teknologi, termasuk indeks kelas berat Tencent dan Alibaba, dengan latar belakang kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS segera setelah Maret dan bergantung dari tindakan keras peraturan China terhadap sektor teknologi.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup dalam zona merah merespon lonjakan yield obligasi AS serta laporan keuangan buruk dari Goldman Sachs. Dow Jones dan S&P500 turun ke terendah 1 bulan sedangkan Nasdaq terendah 3 bulan.
Harga minyak mentah berjangka WTI diperdagangkan naik lebih dari 2% di atas $86 per barel, tertinggi sejak Oktober 2014 dan memperpanjang kenaikan untuk sesi ke-3 berturut-turut didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pasokan yang ketat. Uni Emirat Arab, produsen OPEC terbesar ketiga, berjanji untuk menyerang balik gerilyawan Houthi atas serangan mematikan di ibu kotanya, Abu Dhabi yang menewaskan tiga orang.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi akan naik ke posisi 24248, dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2. Namun jika bergerak sebaliknya dapat turun ke posisi 23920, jika tembus meluncur ke S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 24646 | 24514 | 24275 | 24143 | 23904 | 23772 | 23533 |
| Buy Avg | 24250 | Sell Avg | 23905 |



