(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) sebelumnya ditutup turun 25,86 poin atau 0,89 persen menjadi ditutup pada 2.864,24. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 2,80 poin atau 0,74% ke posisi 381.01, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 385.63 dan sempat turun ke posisi terendah di 379.79.
Kospi memperpanjang penurunan beruntun mereka ke sesi keempat berturut-turut karena kesengsaraan inflasi di dalam negeri dan di Amerika Serikat membayangi pasar keuangan. Won Korea naik terhadap dolar AS.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup dalam zona merah merespon lonjakan yield obligasi AS serta laporan keuangan buruk dari Goldman Sachs. Dow Jones dan S&P500 turun ke terendah 1 bulan sedangkan Nasdaq terendah 3 bulan.
Harga minyak mentah berjangka WTI diperdagangkan naik lebih dari 2% di atas $86 per barel, tertinggi sejak Oktober 2014 dan memperpanjang kenaikan untuk sesi ke-3 berturut-turut didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pasokan yang ketat. Uni Emirat Arab, produsen OPEC terbesar ketiga, berjanji untuk menyerang balik gerilyawan Houthi atas serangan mematikan di ibu kotanya, Abu Dhabi yang menewaskan tiga orang.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat turun ke posisi 379.21 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik menuju posisi 384,13 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 390.33 | 387.98 | 384.49 | 382.14 | 378.65 | 376.30 | 372.80 |
| Buy Avg | 384.49 | Sell Avg | 378.90 |



