(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong ditutup dengan kerugian yang lebih dalam pada hari Selasa (25/1/2022), karena investor semakin khawatir tentang rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya. Sementara itu ketakutan geopolitik meningkat karena penumpukan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina juga membebani.
Indeks Hang Seng anjlok ke posisi terendah sepekan oleh tekanan jual saham teknologi cukup besar pasca Administrasi Cyberspace China meluncurkan kampanye “clean cyberspace” atau ruang maya bersih selama sebulan, yang akan menargetkan penyalahgunaan online, kekacauan dalam kelompok penggemar selebriti dan pemujaan uang di antara isu-isu lainnya.
Indeks harian Hang Seng ditutup merosot 1,67 persen atau 412,85 poin menjadi 24.243,61. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 1,5% menjadi 8.658,11. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2022 bergerak negatif dengan melemah 423 poin atau 1,72% ke posisi 24238.
Selanjutnya saham teknologi yang merosot 2,7%, dengan saham Alibaba Group dan Meituan masing-masing turun 1,9% dan 3%. Untuk sektor keuangan, indeks Hang Seng Finance turun 1,8%, dengan saham perusahaan asuransi AIA Group dan Ping An masing-masing turun 3,1% dan 5,7%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



