(Vibiznews – Forex) – Bank sentral Amerika Serikat atau The Fed kembali mempertahankan suku bunganya yang tidak berubah pada level mendekati nol seperti diharapkan oleh pasar pada pengumuman hasil pertemuan komite kebijakan yang berakhir Kamis dinihari WIB (27/1/2022). Namun Federal Reserve mengindikasikan bahwa pihaknya berencana untuk mulai menaikkan suku bunga segera.
Dalam upaya memerangi dampak ekonomi dari pandemi virus corona, The Fed telah mempertahankan suku bunga nol hingga 0,25 persen sejak Maret 2020. The Fed sebelumnya berjanji untuk membiarkan suku bunga tidak berubah sampai kondisi pasar tenaga kerja telah mencapai tingkat yang konsisten dengan penilaian FOMC tentang pekerjaan maksimum.
Bank sentral juga mengatakan pihaknya akan semakin mengurangi laju pembelian obligasi menjadi $30 miliar per bulan mulai Februari, dan berharap untuk mengakhiri program pembelian asetnya pada awal Maret.
Rencana pengetatan kebijakan moneter datang karena indikator aktivitas ekonomi dan lapangan kerja terus menguat. The Fed juga terus menggambarkan inflasi meningkat karena ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait dengan pandemi dan pembukaan kembali ekonomi.
The Fed menegaskan akan siap untuk menyesuaikan sikap kebijakan moneter yang ada karena melihat risiko terhadap prospek ekonomi tetap ada. Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bank sentral memiliki cukup banyak ruang untuk menaikkan suku bunga sebelum itu akan membahayakan perekonomian.
Dalam pernyataan terpisah, The Fed menguraikan rencana untuk secara signifikan mengurangi ukuran neraca, dan akan memulai pengurangan setelah mulai menaikkan suku bunga.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



