Mayoritas Bursa Eropa Akhir Pekan Tertekan, Penjualan Ritel Euro Kontraksi

600

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham utama Eropa sebagian besar bergerak lebih rendah pada perdagangan hari Jumat (4/2/2022), kecuali bursa saham Inggris yang bergerak rebound dari pelemahan hari sebelumnya.  Tekanan jual yang terjadi bursa Eropa imbas kebijakan ECB dan laporan penjuaalan ritel kawasan Euro yang kontraksi.

Saham otomotif dan real estat memimpin kerugian bursa setelah Presiden ECB Christine Lagarde tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga tahun ini, sementara saham minyak dan gas mengungguli di tengah berita bahwa regulator energi Inggris menaikkan batas harga energi sebesar 54%.

Penjualan ritel di Kawasan Euro merosot 3%  mom di bulan terakhir tahun 2021, penurunan terbesar dalam delapan bulan dan jauh lebih buruk dari perkiraan pasar dengan penurunan 0,5%, di tengah penyebaran varian omicron dan saat pembatasan terkait pandemi diterapkan.

Indeks utama bursa Eropa atau Pan European Stoxx 600 melemah 4,96 poin atau 1,06 persen menjadi 463,67. Kemudian indeks bursa saham Jerman atau DAX Jerman melemah 0,57 persen, indeks bursa saham Perancis atau CAC 40 melemah 0,46 persen. Sebaliknya untuk  indeks bursa Inggris atau FTSE 100 menguat  0,01 persen.

Pada basis mingguan, Pan European Stoxx 600 bergerak naik 0,4%, untuk bursa Jerman dengan indeks DAX Frankfurt sedang bergerak turun 0,3% dan bursa saham Inggris dengan indeks FTSE sedang naik 1,6%.

 

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here