Penjualan ORI021 Laris Sudah Mencapai Rp 13,63 Triliun

514
Sumber: Kemenkeu DJPPR

(Vibiznews – Bonds & Mutual Fund) – ORI021 merupakan seri ORI ke-21 yang diterbitkan oleh Pemerintah dan penjualannya dilakukan secara online melalui e – SBN. Penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI021 hampir menyentuh target di tengah masa penjualan yang masih tersisa dua pekan lagi. Analis Vibiz Research memproyeksikan penjualan ORI021 mengarah ke Rp 20 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa ORI021 sangat diminati investor retail.

Berdasarkan informasi dari investree.id, penjualan ORI021 secara nasional mencapai Rp 13,63 triliun. Sebagai perbandingan target awal dari pemerintah ditetapkan di Rp 15 triliun. Hal ini berarti penjualan ORI021 sudah mencapai 90% dari target di tengah masa penawaran yang masih dua pekan lagi yang akan ditutup di 17 Februari 2022.

Permintaan investor yang tinggi terhadap ORI021 juga dirasakan BCA. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan hingga 2 Februari 2022 penjualan ORI021 di BCA mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun. Sebesar 65,86% transaksi pemesanan dilakukan melalui aplikasi Welma. Jumlah investor yang melakukan pembelian ORI021 di BCA tercatat sebanyak 7.269 investor.

Dilihat dari profilnya, pembeli ORI021 di BCA mencakup seluruh profesi mulai dari pegawai, wiraswasta, hingga pelajar dan ibu rumah tangga.

“Kami melihat ORI021 juga banyak diminati oleh kalangan milenial dan secara geografis melingkupi hampir sebagian besar wilayah di Indonesia,” kata Hera. (Kontan, Kamis, 3 Februari 2022)

Menurut Analis Vibiz Research penjualan ORI021 sangat diminati masyarakat karena ORI merupakan instrumen yang memberikan imbal hasil pasti dan aman di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi yang ada saat ini. Lagi pula kupon yang ditawarkan ORI021 juga lebih tinggi dari deposito dengan pajak yang lebih rendah, jadi tentu saja masyarakat memburu instrument ini.

Di sisi lain, Analis mengamati likuiditas pasar masih tinggi. Terlihat pula dari dana pihak ketiga di perbankan yang masih tumbuh. Ketidak-pastian ekonomi yang masih belum pasti, mengakibatkan dana jadi dialihkan untuk investasi dulu ke instrumen yang aman seperti ORI021.

Jika ditinjau obligasi ritel di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar di tahun ini. Tidak heran jika obligasi ritel cocok dijadikan salah satu pilihan alokasi portofolio nasabah yang berprofil risiko konservatif, moderat hingga agresif.

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

 

 

 

 

Menurut Analis Vibiz Research penjualan ORI021 sangat diminati masyarakat karena ORI merupakan instrumen yang memberikan imbal hasil pasti dan aman di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi yang ada saat ini. Lagi pula kupon yang ditawarkan ORI021 juga lebih tinggi dari deposito dengan pajak yang lebih rendah, jadi tentu saja masyarakat memburu instrument ini.

Di sisi lain, Analis mengamati likuiditas pasar masih tinggi. Terlihat pula dari dana pihak ketiga di perbankan yang masih tumbuh. Ketidak-pastian ekonomi yang masih belum pasti, mengakibatkan dana jadi dialihkan untuk investasi dulu ke instrumen yang aman seperti ORI021.

Jika ditinjau obligasi ritel di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar di tahun ini. Tidak heran jika obligasi ritel cocok dijadikan salah satu pilihan alokasi portofolio nasabah yang berprofil risiko konservatif, moderat hingga agresif.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

 

 

 

Penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI021 hampir menyentuh target di tengah masa penjualan yang masih tersisa dua pekan lagi. Analis Vibiz Research memproyeksikan penjualan ORI021 mengarah ke Rp 20 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa ORI021 sangat diminati investor retail.

Berdasarkan informasi dari investree.id, penjualan ORI021 secara nasional mencapai Rp 13,63 triliun. Sebagai perbandingan target awal dari pemerintah ditetapkan di Rp 15 triliun. Hal ini berarti penjualan ORI021 sudah mencapai 90% dari target di tengah masa penawaran yang masih dua pekan lagi yang akan ditutup di 17 Februari 2022.

Permintaan investor yang tinggi terhadap ORI021 juga dirasakan BCA. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan hingga 2 Februari 2022 penjualan ORI021 di BCA mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun. Sebesar 65,86% transaksi pemesanan dilakukan melalui aplikasi Welma. Jumlah investor yang melakukan pembelian ORI021 di BCA tercatat sebanyak 7.269 investor.

Dilihat dari profilnya, pembeli ORI021 di BCA mencakup seluruh profesi mulai dari pegawai, wiraswasta, hingga pelajar dan ibu rumah tangga.

“Kami melihat ORI021 juga banyak diminati oleh kalangan milenial dan secara geografis melingkupi hampir sebagian besar wilayah di Indonesia,” kata Hera. (Kontan, Kamis, 3 Februari 2022)

Menurut Analis Vibiz Research penjualan ORI021 sangat diminati masyarakat karena ORI merupakan instrumen yang memberikan imbal hasil pasti dan aman di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi yang ada saat ini. Lagi pula kupon yang ditawarkan ORI021 juga lebih tinggi dari deposito dengan pajak yang lebih rendah, jadi tentu saja masyarakat memburu instrument ini.

Di sisi lain, Analis mengamati likuiditas pasar masih tinggi. Terlihat pula dari dana pihak ketiga di perbankan yang masih tumbuh. Ketidak-pastian ekonomi yang masih belum pasti, mengakibatkan dana jadi dialihkan untuk investasi dulu ke instrumen yang aman seperti ORI021.

Jika ditinjau obligasi ritel di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar di tahun ini. Tidak heran jika obligasi ritel cocok dijadikan salah satu pilihan alokasi portofolio nasabah yang berprofil risiko konservatif, moderat hingga agresif.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here